headermask image

header image

His Needs, Her Needs

Konfllik di dalam kehidupan perkawinan disebabkan oleh 2 hal:

  • Pasangan suami-isteri gagal untuk saling membahagiakan
  • Pasangan suami istri saling membuat tidak bahagia satu sama lain.

Dalam kasus yang pertama pasangan frustasi karena kebutuhan mereka tidak terpenuhi sementara dalam kasus kedua, mereka dengan sengaja saling menyakiti satu sama lain. Saya menyebut kasus yang pertama sebagai kegagalan untuk mempedulikan (failure to care). Sementara kasus yang kedua sebagai kegagalan untuk melindung (failure to protect).

Pembahasan kali ini akan befokus pada yang pertama,

Mengapa failure to care bisa terjadi?

Penyebab utamanya biasanya terletak pada Ketidaktahuan, maksudnya Pria gagal untuk memahami apa yang dibutuhkan isterinya dan juga sebaliknya, isteri gagal untuk memahami kebutuhan suami. Dengan kata lain mereka gagal untuk memahami bahwa mereka adalah insan yang berbeda. Dr. John Gray menyebut hal ini: Man from Mars and Women from Venus. Pria cenderung untuk memahami wanita melalui kaca mata “Mars”nya, sebaliknya wanita memahami pria melalui kaca mata “Venus“nya. Jadi jangan heran banyak pasangan yang rindu untuk saling membahagiakan satu sama lain merasa bahwa perwujudan niat baik mereka seolah menjadi usaha “menjaring angin”, karena mereka mencoba memuaskan sesuatu yang sebenarnya tidak dibutuhkan oleh pasangannya.

Kali ini saya akan mengupas 5 kebutuhan utama seorang pria, dan lima kebutuhan utama seorang wanita, dengan harapan sesudah anda memahami hal ini anda akan mengerti kebutuhan masing-masing dan berusaha memenuhi apa-apa yang “benar-benar” dibutuhkan, bukan apa yang anda “rasa” dia butuhkan.

Lima kebutuhan dasar seorang wanita

  1. Affeksi
  2. Bercakap-cakap
  3. Kejujuran dan keterbukaan
  4. Dukungan keuangan
  5. Komitmen pada Keluarga

Lima kebutuhan dasar seorang pria:

  1. Pemenuhan seksual
  2. Teman/sahabat untuk bersantai (berekreasi)
  3. Pasangan hidup yang menarik
  4. Dukungan domestik
  5. Pujian.

Menjadi pasangan yang “irresistible” (punya daya tarik yang menaklukan):

Seorang suami dapat membuat dirinya “irresistible: bagi pasangannya dengan belajar untuk memenuhi lima kebutuhan emosional isterinya yang terpenting.

  1. Affeksi. Menyatakan kasihnya secara eksplisit dengan kata-kata, kartu-kartu ucapan, bunga, hadiah-hadiah, dan pelukan sesering mungkin pada waktu dan saat yang tepat.
  2. Percakapan. Dia menyediakan waktu setiap hari untuk bercakap-cakap dengannya, Mereka bercakap tentang apa-apa yang terjadi pada hari itu, tentang anak-anak merka, tentang perasaan-perasaan mereka, tentang rencana-rencana mereaka. Apapun topik yang dibicarakan, dia (sang isteri) menikmati percakapannya, karena sang suami tidak pernah “menghakimi:, selalu informative dan konstruktif.
  3. Keterbukaan dan kejujuran. Dia mengatakan segala sesuatu tentang dirinya, tanpa perlu menyembunyikan sesuatu yang mungkin mengejutkannya. Dia menyatakan apa-apa yang membuatnya senang and tidak senang, peristiwa-peristiwa masa lalu, schedule hariannya, dan rencana-rencana masa depannya.
  4. Dukungan Finansial. Dia bertanggung jawab untuk menyediakan sandang, pangan, dan papan bagi keluarganya. Jika pendapatannya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan yang paling utama, dia mengatasi hal ini dengan meningkatkan ketrampilan/keahliannya untuk memperbesar pendapatannya, Sedapat mungkin, dia tidak berusaha menambah jam kerja yang dapat memisahkan dia dari keluarganya dalam satu minggu.
  5. Komitmen pada Keluarga. Dia menyediakan waktu dan energi yang cukup untuk perkembangan moral dan pendidikan anak-anaknya, Dia membaca buku bersama mereka, berolahraga bersama mereka, Mereka belajar bersama-sama bagaimana mnedidik anak-anak dengan benar. Mereka bersama-sama memutuskan metoda yang paling tepat untuk mendisplin anak-anaknya.

Seorang isteri dapat membuat dirinya “irresistabke” bagi suaminya dengan belajar memenuhi lima kebutuhan emosional suaminya yang paling utama:

  1. Pemenuhan seksual. Isterinya memenuhi kebtuhan ini dengan menjadi seorang mitra seksual yang istimewa. Mereka belajar bersama-sama bagaimana cara membangun dan meningkatkan suatu hubungan seks yang saling memuaskan.
  2. Teman untuk bersantai. Dia membangun interest pada kegiatan santai yang paling dia (suaminya) sukai. Jika dia merasa tidak menyukainya, dia mendorong suaminya untuk mempertimbangkan aktivitas lain yang mungkin dapat mereka nikmati bersama-sama. Dia menjadikan dirinya teman yang “paling dicari” di saat santai.
  3. Pasangan hidup yang menarik. Dia menjaga berat badannya dengan olahraga dan diet. Dia berpakaian, berhias dalam cara yang membuat dirinya menarik bagi suaminya di kala privat dan dapat dibanggakan ketika berada ditengah-tengah orang banyak.
  4. Dukungan domestik. Dia menciptakan sebuah rumah tangga yang menawarkan “wilayah bebas-stress” Dia membuat suaminya kerasan, merasa damai dan tenang berada di rumah.
  5. Pujian. Dia memahami anad menghargai dia lebih dari siapapun juga, Dia membangun kepercayaan diri suaminya. Dia memuji prestasi-prestasi yang dicapai suaminya. Dia menghindarkan dirinya untuk membuat kritikan pada suaminya. Dia berbangga akan dia.

PERHATIAN:
Sebagai suami dan isteri anda harus memenuhi kelima kebutuhan tersebut di atas, Andai saja, satu terabaikan, pasangan anda masih akan merasakan “kekosongan” dan berusaha terus untuk mencari pemenuhannya (bahkan sampai di luar konteks kehidupan berumah tangga).

*) Karya Willard F. Harley, Jr. “His Needs, Her Needs: Building an affair-proof Marriage” - menjadi sumber utama dalam tulisan ini.

If you liked my post, feel free to subscribe to my rss feeds

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.