15 August, 2008 – 8:21 am
Baptisan dan Kepenuhan Roh Kudus:
Kunci Menuju Sebuah Kehidupan Kristen yang BerKelimpahan
(KPR 1: 6-8; Yoh 7: 37-38)
Bayangkan jika saya menyuruh dua orang, katakanlah namanya Daud dan Yonathan untuk membuat sebuah kerajinan tangan dari tripleks. Kepada Daud, saya memberikan segala perlengkapan yang dibutuhkan, mulai dari gergaji, kertas gosok, lem kayu, hingga vernis; tapi kepada Yonathan saya [...]
13 August, 2008 – 5:12 pm
Masyarakat yang mengagungkan individualisme
Masyarakat modern adalah masyarakat yang mengagungkan individualisme. Kata kunci dalam masyarakat modern adalah: ”I” atau ”Me” (Saya). Jadi jangan heran slogan yang terkenal sekali dalam era modern adalah: ”I think therefore I am” (Aku berpikir, maka Aku ada).
Namun dalam masyarakat Posmo, yang namanya ”me” (aku) itu memerlukan ”we” (kita) [...]
12 August, 2008 – 6:26 am
Masyarakat yang berbasis Kata (Word-Based)
Masyarakat modern adalah masyarakat yang berbasis kata (Word-based). Itulah sebabnya buku layak menjadi salah satu icon dari modernitas. Bila anda memperhatikan sebuah buku, pastilah terdapat penataan yang rapi dan terstruktur, entah itu secara logis atau kronologis. Itulah ciri lain dari masyarakat modern yang menghendaki segala sesuatu yang tertata [...]
11 August, 2008 – 11:31 am
Budaya Representatif
Ciri lain dari modernitas yang hendak dibongkar oleh masyarakat posmo adalah budaya representatif. Dalam budaya semacam ini, ada asumsi bahwa orang ingin dikontrol dan menginginkan pihak lain membuat keputusan bagi mereka. Jadi jangan heran bila tugas leadership di era modern adalah mengontrol serta membuat aturan-aturan bagi para pengikut agar perusahaan bisa memiliki [...]
10 August, 2008 – 2:57 pm
Superioritas Rasio
Era modern tak dapat dilepaskan sama sekali dengan berkembangnya paham rationalisme, yang menempatkan rasio sebagai ”hakim” dan ”raja” yang memutuskan segala sesuatu. Itulah sebabnya di era modern, iman dianggap sebagai kebenaran yang sifatnya subyektif dan tak layak untuk dijadikan wacana publik. Orang tak lagi perlu bergantung pada wahyu, apalagi tahyul sebab, [...]