headermask image

header image

Postmodernisme (3)

Budaya Representatif

Ciri lain dari modernitas yang hendak dibongkar oleh masyarakat posmo adalah budaya representatif. Dalam budaya semacam ini, ada asumsi bahwa orang ingin dikontrol dan menginginkan pihak lain membuat keputusan bagi mereka. Jadi jangan heran bila tugas leadership di era modern adalah mengontrol serta membuat aturan-aturan bagi para pengikut agar perusahaan bisa memiliki kinerja yang baik. Jangan heran pula bila di dalam dunia pendidikan, murid yang terbaik adalah murid yang bisa mengungkapkan kata-demi-kata secara sempurna apa yang diajarkan oleh gurunya. Sementara dalam dunia kompetisi tarik suara, pemirsa adalah mereka yang duduk tenang sembari sekali-kali berteriak memberi dukungan, namun tak punya kuasa untuk mengambil keputusan siapa yang layak menang. Keputusan ada di tangan para juri!

Masyarakat Posmo lain. Mereka lebih menyukai budaya participatory ketimbang budaya representatif. Dalam budaya participatory ada asumsi bahwa orang memiliki berbagai macam pilihan dan harus membuat pilihan-pilihan mereka sendiri. Jadi jangan heran bila tugas leadership kini lebih diarahkan untuk memberanikan dan memberdayakan orang untuk menjadi pemimpin ketimbang memberikan satu set aturan agar orang jadi pengikut yang baik. Jangan heran pula, bila dalam dunia pendidikan, tugas seorang guru tidak lagi menjadikan murid semacam “cloning” dari dirinya, melainkan memberdayakan dia untuk menjadi penemu-penemu kebenaran bagi dirinya sendiri. Jangan heran pula, bila AFI dan Indonesian Idol menjadi acara favorit, karena kini para pemirsa bukan sekedar pasif menonton para jawara vokal di atas panggung; mereka kini turut menentukan siapa yang layak jadi pemenang!

Itulah masyarat posmo yang tak puas dengan dunia yang representatif, melainkan participatory! Itulah masyarakat Posmo yang bermentalitas “supermarket”!: ”Aku punya banyak pilihan dan tak seorangpun boleh memutuskan bagi diriku sendiri karena akau sendiri yang harus memutuskan; ’beli yang ini’ atau ’beli yang itu’”.

If you liked my post, feel free to subscribe to my rss feeds

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.