Masyarakat yang mengagungkan individualisme
Masyarakat modern adalah masyarakat yang mengagungkan individualisme. Kata kunci dalam masyarakat modern adalah: ”I” atau ”Me” (Saya). Jadi jangan heran slogan yang terkenal sekali dalam era modern adalah: ”I think therefore I am” (Aku berpikir, maka Aku ada).
Namun dalam masyarakat Posmo, yang namanya ”me” (aku) itu memerlukan ”we” (kita) untuk menjadi ”be” (ada). Jadi dalam masyarakat Posmo individualisme digantikan dengan individual-communal, atau dalam bahasa kerennya ”Connected”.
Coba anda tebak bagian mana dari internet yang dewasa ini dikunjungi oleh orang? Sudah pasti ”chatting room” bukan! Kenapa chatting room?Karena dalam chatting room-lah terjadi perpaduan yang unik di antara individual dan komunal. Kok bisa? Begini penjelasannya: Jika anda memasuki ruang “chatting” (milik www.yahoo.com sebagai misal) – ruang itu amat personal!!! Orang lain tidak bisa pakai “account” anda tanpa ijin anda. Namun anda tahu, kala anda masuk ke ruang “chatting”, anda tahu anda tidak sendirian karena anda terhubung dengan orang-orang lain. Inilah yang disebut perpaduan di antara Individual-Communal!!
Kenapa program kuis Who Wants to Be a Millioner begitu popular? Karena program kuis semacam ini menempatkan seorang individu (sendirian) di pusat dari pentas televisi, namun pada saat yang bersamaan dikelilingi oleh orang-orang yang memiliki kaitan dengannya baik secara fisikal maupun secara virtual. Itulah sebabnya setiap saat ia mendapat kesulitan, ia dapat dengan muda meminta bantuan dari audience yang hadir di studio ataupun seorang teman. Sebuah perpaduan yang unik di antara individual-komunal bukan?
Ringkasan
Sebagai penutup dari rangkaian artikel mengenai Postmodernisme ini akan disajikan sebuah tabel yang meringkaskan pergeseran besar dari aspek-aspek dari modernitas kepada aspek-aspek dari Posmo di awal abad XXI ini.
Kebenaran bersifat Mutlak (Absolut) —————–> Kebenaran bersifat relatif
Rasio (Akal) —————————–> Emosi/Experience (Pengalaman)
Representative —————————> Participatory
Word-based ———————————> Image Driven
Individual ——————————–> Individual/Communal
Referensi
- Leonard Sweet. Postmodern Pilgrims. Nashville, TN: Broadman & Holman Publishers, 2000. (acuan utama)
- Graham Johnston. Preaching to a Postmodern World. Grand Rapids, MI: Baker Books, 2001.
- Stanley J. Grenz. A Primer on Postmodernism. Grand Rapids, MI: William B. Eerdmans, 1996.
- Kevin O’Donnel. Postmodernism. Mayfield House: Oxford: Lion Publishing, 2003.
- Hermawan Kertajaya. Marketing in Venus. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2003.
- David S. Dockery (ed). Challenge of Postmodernism. Grand Rapids, MI: Baker Book, 2001.
If you liked my post, feel free to subscribe to my rss feeds
























BlogoSquare