Introduksi:
Ada satu kata dalam bagian yang kerapkali disebut ucapan-ucapan bahagia atau “the beatitudes, yang hendak saya bahas secara khusus dalam khotbah pagi ini. Kata tersebut adalah lemah lembut.
1. Makna dibalik kata “lemah lembut”
Bagaimana persepsi orang tentang “lemah-lembut:
- Ada yang berpendapat, kalau orang yang lemah lembut adalah pendiam, tidak suka bicara. Dan kalaupun harus berbicara, maka suaranya setengah berbisik.
- Orang lain berpendapat, bahwa orang lemah lembut itu orang yang pemalu dan tak suka tampil di depan.
- Orang yang lain lagi berpendapat bahwa orang yang lemah lembut itu, adalah orang yang tak pernah atau tak bisa marah.
Itu adalah persepsi manusia, tetapi bagaimana pengertian lemah lembut menurut Kitab Suci.
Studi yang lebih dalam tentang kata lemah lembut ini dalam bahasa aslinya – praus, membawa kita pada 4 buah pengertian tentang “lemah lembut”:
- Anda disebut lemah lembut bila anda mampu menempatkan diri anda pada titik tengah yang benar. Aristoteles, salah seorang filsuf besar Yunani, pernah menyatakan bahwa “lemah lembut” adalah salah satu kebajikan. Yang namanya kebajikan menurut Aristoteles, selalu terletak di antara dua ekstrem. Pada ekstrem yang satu terletak ekstrem “terlalu banyak”. Sedang pada yang ekstrem yang lain, adalah ekstrem terlalu sedikit. Kedua ekstrem ini sama-sama tidak baik, alias buruk! Yang baik menurut Aristoteles, terletak di antara keduanya. Tidak terlalu banyak, tidak pula terlalu sedikit. Tidak berlebihan, tidak berkekurangan. Pas. Inilah yang biasa disebut “the happy medium: ( titik tengah yang menciptakan kebahagiaan).
-
- Kelemahlembutan adalah kebajikan, sebab ia terletak di antara tindakan marah yang berlebih-lebihan di ekstrem yang satu, dan sifat lemah, pasif, tidak pernah marah, diekstrem yang lain.
-
- Jadi lemah lembut, tidak melarang kemarahan, sebab marah itu manusiawi adanya. Orang bisa menempel larangan “dilarang merokok”, “dilarang meludah”. Dan orang bisa dengan mudah mematuhinya. Tapi coba tempel “dilarang marah” Dilarang jendralpun orang akan melakukannya. Yang berlawanan dengan lemah lembut sesungguhnya bukan marah itu sendiri, melainkan “kapan” marah tsb disalurkan. Apakah benar-benar pada saat yang tepat.
-
- Yesus, Allah yang menjadi manusia, mewujudkan “kelemahlembutan” ini dalam bentuk yang sempurna. Dia adalah orang yang sabar, namun bukan berarti tidak bisa murka. Bahkan pernah amat murka. Dia murka kepada pemeras dan penipu yang berdagang di Bait Allah. Dia murka kepada orang-orang Farisi, karena dalam kemunafikan, mereka membuat agama sebagai penambah beban dan bukannya pembawa sukacita kepada manusia.
- Anda disebut “lemah lembut” bila anda mampu mempunyai kendali atas diri yang sempurna atas diri anda sendiri. “praus”, kata asli lemah lembut kerapkali diterapkan pada proses membuat jinak binatang-binatang liar. Seekor anjing herder yang ada di rumah-rumah kita, dulunya adalah anjing-anjing liar yang buas dan berbahaya bagi manusia. Namun melalui proses “praus” – penjinakan dan pelatihan dan disiplin, anjing-anjing tersebut menjadi makhluk-makhluk yang setia, penurut, dan berguna bagi umat manusia. Tabiat-tabiat asli, dan kecenderungan-kecenderungan binatang tersebut telah sepenuhnya dikendalikan! Jadi, orang yang lemah lembut, adalah orang yang kecenderungan-kecenderungan alamiahnya, tabiat aslinya yang destruktif, telah mengalami “transformasi” dan dilatih sedemikian rupa hingga menjadi manusia yang berguna.
-
- Nicky Cruz,adalah seorang pemimpin gang di Brooklyn New York. Watak aslinya pemarah, berangasan, tak kenal takut dan suka main kekerasan. Namun, pertemuannya dengan Yesus Kristus, melalui Pdt, David Wilkerson, telah mentransformasi tabiat aslinya yang destruktif. Keberaniaanya untuk berkelahi dijalanan telah ditransformasi menjadi sebuah keberanian untuk melakukan tindakan yang benar – memerangi narkotika dan melayani anak-anak nakal di jalanan Amerika. Namun, perlu disadari bahwa perubahan Nicky tidak terjadi dalam waktu sehari saja. Perubahan tersebut perlu waktu! Ada Allah yang mengaruniakan anugurah dan pemberdayaan. Ada Nicky yang bersedia dan mau menjalani proses pembentukan.
- Anda lemah lembut bila anda mampu mengakui keterbatasan anda sendiri – rendah hati. Pintu kerajaan sorga kono, terlalu rendah dan terlalu sempit, sehingga barangsiapa ingin memasukinya. Ia mesti berjalan dengan lutut seraya menundukan kepalanya. Itulah sebabnya menurut Yesu, hanya mereka yang memiliki kejujuran, kepolosan, serta kerendahan hati seorang kanak-kanak yang boleh masuk ke dalam Kerajaan Allah. Mereka yang hidup mengejar kebesaran dan kemuliaan bagi mereka sendiri termasuk golongan orang yang tidak memeuhi syarat.
- Anda disebut lemah lembut bila anda mampu beradaptasi pada situasi yang sulit yang diijinkan Allah terjadi dalam hidup anda. Orang yang lemah lembut, menurut Profesor Meadley, adalah orang yang punya hati baja, bisa melentur, namun sulit dipatahkan. Bisa menangis, kala pencobaan datang, namun tidak pernah berserah pada dosa, keputusasaan, apalagi kemurtadan.
2. Hasil dari Kelemahlembutan – memiliki bumi
Frederiech Nietzche, filsuf sinting yang pikirannya banyak dianut pemikir pasca-modern Barat, pernah berkata, “Dunia menjadi milik yang kuat: yang perkasalah yang benar; yang lemah lembut harus melayani yang kuat; Kerendahan hati adalah kejahatan; kebanggaan diri adalah kebajikan …. Kekristenan itu negative!
Tapi Yesus mengatakan yang sebaliknya: “Berbahagialah mereka yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.” Mana yang benar: “Yesus atau Nietzche”
Saya percaya Yesus yang benar!
Profesor Meadley pernah berkata, Kita benar-benar menjadi seorang pewaris bila kita bisa bersuka cita tanpa adanya rasa takut dan perasaan bersalah.
Orang-orang seperti Alekzander Agung ,Napoleon, dan Josef Stalin boleh jadi menjadi “penguasa-penguasa dunia”. Namun mereka tidak benar-benar memilikinya, karena hidupnya diwarnai oleh ketakutan.
Stalin memang seharusnya tak kenal takut. Bukankah dia penguasa Rusia yang perkasa. Namun sayang dia tidak bisa menikmati apa yang dia miliki. Setiap hari dia takut pergi tidur. Ia memiliki tujuh kamar tidur yang berbeda. Masing-masing kamar dapat dikunci seperti pintu besi. Untu menghindari aksi pembunuhan, setiap malam dia tidur di kamar yang lain. Lima limousine dengan supirnya membawa dia ke mana ia mau pergi, masing-masing mobil dengan kain korden tertutup supaya tidak ada yang tahu yang mana berisi Stalin. Kecemasannya begitu mendalam, sehingga ia menyewa seorang pelayan yang tugasnya khusus memonitor dan penjaga kantong-kantong tehnya. Stalin menjadi “penguasa bumi” namun gagal memiliki bumi
Demikian pula dengan orang-orang seperti Howard Hughes, seolah menjadi ‘penguasa dunia” melalui kekayaannya, namun sebenarnya mereka tidak benar-benar memilikinya. Hughes seorang milyader, namu kecurigiaannya terhada orang dan paraoianya tentang kuman membuat dia pergi ke Meksiko, dan disana ia meninggal seperti pertapa kurus kering dengan jenggot sampai di pertu dan kuku jarinya keriting seperti alat pembuka tutup botol. Hughes tidak pernah menjadi seorang pewaris, sebab dia hidup dalam cengkraman ketakutan!
Tapi, perhatikan St. Fransiskus dari Asisi, yang tidak punya imperium untuk diperintah, berjuta dolar ada di bank, namun namanya dikenang sepanjang jaman sebagai seseorang yang berbahagia, karena kerendahan hati, ketundukan pada kehendak Allah, dan sukacita luar biasa yang mengalir dari hidupnya.
Perhatikan pula Ibu Teresa yang sederhana, namun hidupnya mengandung inspirasi kebahagiaan dan kepuasan yang tertinggi. Mereka ini adalah si lembut hati yang mewarisi bumi.
Anda ingin menjadi pewaris-pewaris bumi kini dan nanti! Hiduplah menurut norma kerajaan Allah – lemah lembut!
If you liked my post, feel free to subscribe to my rss feeds
























BlogoSquare