headermask image

header image

KIAMAT 2012

Beberapa hari terakhir gedung-gedung bioskop di seluruh dunia sedang panen besar! Lantaran ribuan orang saling bersaing untuk mendapatkan tempat duduk guna menyaksikan sebuah film fenomenal yang berjudul 2012. Menurut data yang saya peroleh seminggu setelah direlease, 2012 telah mengeruk pendapatan USD 241. 72 juta. Sebuah jumlah yang luar biasa bukan!

Kesuksesan film ini tentu tak bisa dilepaskan dari sentuhan apik dari sutradara spesialis film bencana, Roland Emmerich. Anda yang sudah menyaksikan film ini tentu terkesan dengan special effect luar biasa yang ditampilkan dalam film ini untuk menggambarkan akhir dari dunia.

Namun, ada factor lain yang membuat film ini sukses luar biasa. Film ini diangkat dari sebuah interpretasi terhadap penanggalan suku Maya – sebuah suku yang pernah hidup di semenanjung Yucatan, Mexico-Guatemala, yang kini telah punah akibat kebrutalan pendatang-pendatang dari Eropa. Beberapa orang percaya bahwa suku Maya memiliki kemampuan yang luar biasa untuk memprediksi masa depan. Salah satu bukti yang sering dikutip adalah bahwa mereka dengan tepat meramalkan datangnya Hernan Cortez, pemimpin ekspedisi militer Spanyol, di benua Amerika pada tanggal 5 Maret 1519. Karena penanggalan suku Maya itu berakhir pada tanggal 21 Desember 2012, para penganut teori Kiamat 2012, membuat sebuah hipotesa bahwa pada saat itulah dunia akan berakhir.

Teori ini mungkin hanya akan menjadi sekedar teori yang tak berarti kalau media tidak campur tangan. Namun kuasa dari media, khususnya TV dan internet, yang mengaitkannya dengan beberapa teori lain entah itu dari lingkaran keagamaan atau sains yang juga berbicara tentang kemungkinan akhir dunia pada 2012, telah menyulut bukan saja kontroversi bahkan kebingungan dan kegelisahan di tengah masyarakat. Beberapa rohaniwan Islam bahkan dengan tegas mengharamkan menonton 2012 sebagai reaksi terhadap hysteria 2012 ini.

Lalu bagaimanakah sikap orang percaya dalam menanggapi munculnya isu akhir jaman/kiamat yang diusung oleh film 2012 dan sejenisnya?

Sebagai pedoman saya mengajak saudara untuk membuka Matius 24: 1-14. Perhatikan! bagian ini merupakan bagian awal dari rangkaian pengajaran Yesus mengenai akhir jaman dalam Injil Matius. Disamping menggarisbawahi beberapa fenomena yang menandai permulaan dari akhir jaman - semacam munculnya mesias dan nabi palsu, perang dan deru perang, gempa bumi dan kelaparan, Yesus juga memberikan beberapa nasehat praktis yang bukan saja relevan bagi murid-muridnya yang hidup 2000 tahun lalu, melainkan juga bagi kita yang hidup ditengah-tengah hembusan isu akhir dunia 2012.

Nasehat pertama, Gunakan akal sehat (sound judgment) yang telah dicerahan oleh Firman Allah ! Perhatikan ayat 4 … Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkanmu! Dengan Kata lain Yesus berkata: “Jangan menelan mentah-mentah semua yang kamu dengar…?”

Di masa silam nasehat Yesus ini berkaitan dengan munculnya orang-orang yang mengklaim sebagai mesias-mesias, padahal mereka bukanlah mesias yang sejati. Yesus meminta murid-muridnya menggunakan akal sehat mereka yang telah diterang oleh Firman secara maksimal sehingga mereka sanggup membuat penilaian yang benar. Kehadiran mesias-mesias itu tidak dapat mereka halangi! Namun mereka dapat membuat sebuah penilaian apakah mereka mesias tulen atau bukan.

Dewasa inipun kita tidak mungkin bisa membendung munculnya berbagai macam ajaran dan informasi yang berkaitan dengan Hari Kiamat. Melarang orang berhubungan dengannyapun bukan hal yang bijaksana. Namun toh ada sesuatu yang dapat kita lakukan – membuat sebuah penilaian dengan menggunakan akal sehat yang telah diterangi oleh Firman Allah.

Apa kata Alkitab mengenai Hari Kiamat! Tak seorangpun tahu terkecuali Bapa - Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa saja.” (Markus 13: 32).

Jadi jelas semua upaya untuk menetapkan tanggal Hari Kiamat adalah sebuah tindakan sia-sia yang tak perlu ditanggapi secara serius oleh umat Allah. Bahkan bila sumbernya berasal dari lingkaran gerejawipun, setiap usaha penetapan tanggal Hari Kiamat baik secara tersurat maupun tersurat perlu kita abaikan.

Belajar dari sejarah, kita telah melihat puluhan bahkan ratusan kali, nubuatan mengenai tanggal kedatangan Kristus, gugur karena gagal tergenapi. Montanus, William Miller, Hal Lindsey, Harold Camping adalah beberapa figure karismatik yang pernah menetapkan tanggal kedatangan Kristus. Semua nubuatan mereka tak pernah tergenapi.

Di Indonesia sendiri, pada tahun 2003 ada sebuah fenomena yang menarik perhatian media, ketika Mangapin Sibuea mendirikan sebuah komunitas akhir jaman yang disebut Pondok Nabi di Bandung. Komunitas yang sangat fanatic ini terpesona dengan gaya kharismatikdan kefasihan bicara pendeta Mangapin hingga mereka rela menjual harta benda dan bergabung dalam Pondok Nabi. Sibuea mengklaim bahwa dirinya adalah Rasul Paulus yang baru yang diberi pewahyuan oleh Allah untuk memberi tahu dunia bahwa pengangkatan jemaat akan terjadi pada tanggal 10 November 2003. Namun apakah pengangkatan jemaat terjadi pada hari itu? Tentu saja tidak!

Gunakan akal sehat yang elah dicerahan oleh Firman Allah untuk menilai informasi-informasi yang muncul, khususnya dari TV dan internet. Dua jenis media ini memang pengaruhnya luar biasa pada jaman ini. Namun sayang, kadang dua jenis media tersebut menampilkan informasi berat sebelah, tidak utuh, demi kepentingan komersial atau kepentingan-kepentingan lain.

Secara khusus dalam kaitannya dengan teori kiamat 2012 ada beberapa program dari History Channel dan beberapa situs dari internet yang seolah-olah memberi kesan kuat adanya bukti-bukti ilmiah yang solid untuk mempercayai kiamat 2012.

Tapi kita tidak boleh menelan informasi ini mentah-mentah , kita perlu menelusuri sumber-sumber lain untuk mendapatkan gambar dan informasi yang lebih utuh tentang keadaan sesungguhnya. Jika kita tidak mampu melakukannya sendiri kita bisa meminta bantuan beberapa saudara seiman yang lebih paham.

Berkaitan dengan isu kiamat 2012, saya telah menelusuri sumber-sumber yang punya kredibilitas tinggi semacam NASA. Hasilnya: Teori Kiamat 2012 sama sekali tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah!

Kedua, Jangan gelisah apalagi panik .. perhatikan ayat 6 .. “Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah;

Salah satu faktor yang membuat Teori Kiamat 2012 menggentarkan hati kita adalah berita-berita buruk yang ada di sekeliling kita sekarang ini yang seolah menuntun kita kepada kebenaran teori itu. Jatuhnya beberapa lembaga keuangan besar di Amerika tahun lalu; gempa-gempa bumi besar yang terjadi di beberapa bagian bumi ini, perubahan cuaca yang ekstrem dan lain-lain.

Namun sekali lagi ditengah-tengah berita buruk ini marilah kita dengan nasehar Yesus… jangan gelisah apalagi panik.

Beberapa tahun silam, sehari setelah menara kembar WTC di New York hancur diserang teroris, banyak investor kehilangan jutaan dollar; disulut oleh kepanikan yang luar biasa bahwa ekonomi Amerika akan hancur lulu mereka menjual saham-saham mereka dengan harga rendah. Memang pasar saham sempat terpuruk. Namun itu tidak lama, beberapa hari kemudian pasar saham Amerika pulih bahkan mencetak kenaikan yang fantastis.

Jadi sekali lagi, di tengah-tengah munculnya berbagai isu kiamat semacam ini, kita diminta untuk tetap tenang, tidak gelisah apalagi panic. Kegelisahan dan kepanikan hanya akan membuat segala sesuatunya bertambah runyam

Ketiga, Bertekun dalam iman dan kasih kepada Allah … Perhatikan ayat 12-13 .. Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin. Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.

Isu Kiamat 2012, terlepas dari benar atau tidaknya, di sisi lain menghadapan kita pada sebuah kenyataan bahwa dunia yang semakin tidak ramah dengan kita, dunia yang sedang menuju kepada degradasi rohani, moral, social dan akhirnya fisikal. Mungkin kita tidak bisa berbuat banyak untuk membendung arus degradasi yang demikian kuat ini, tapi kita bisa berbuat sesuatu agar degradasi rohani dan moral itu tidak sampai meracuni kita juga. Bagaimana caranya … ya terus bertekun dalam iman dan kasih kepada Allah. Itu berarti kita dengan sengaja mendekatkan diri kepada Allah; dengan sengaja memupuk kehidupan rohani kita agar kita bisa tetap bertahan di tengah-tengah dunia yang semakin jahat ini.

Viktor Frankl, seorang ahli jiwa berdarah Yahudi yang pernah mengalami penderitaan di kamp konsentrasi Jerman selama berlangsungnya Perang Dunia II mendapatkan sebuah kebenaran – orang-orang yang bisa terus hidup hingga berakhirnya perang dunia II di kamp-kamp konsentrasi Nazi adalah orang-orang yang terus menerus menyalahkan api cinta dan pengharapan untuk bertemu dengan orang-orang yang mereka kasihi. Hal yang serupa akan terjadi di dalam kehidupan orang-orang percaya. Bila api cinta kepada Allah dan sesama terus mereka nyalakan di dalam hati mereka, sudah pasti mereka tidak akan tercemar dengan kegilaan dan kerusakan yang ada di dunia ini.

Keempat, tetaplah “sibuk” dengan kewajiban dan panggilan hidupmu. Perhatikan ayat 14 … “Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.”

Perhatikan dunia boleh semakin gelap… akhir jaman boleh saja semakin mendekat… namun terang Injil tidak boleh pudar apalagi sampai padam. Ayat ini menggarisbawahi pentingnya orang percaya untuk terus sibuk dengan kewajiban dan panggilan hidupnya hingga berakhirnya jaman. Mereka tidak boleh dilumpuhkan dengan isu-isu akhir dunia hingga akhirnya hidup mereka menjadi tidak produktif dalam kerajaan Allah.

Menarik sekali mendengar pernyataan dari hamba-hamba Allah yang luar biasa di masa lalu. Ketika ditanya apa yang akan dia lakukan kalau Yesus datang esok hari, St. Fransiskus dari Asisi, menjawab hari ini dia akan meneruskan tugas sehari-harinya untuk mencangkul di ladang. Sementara Martin Luther mengatakan bahwa ia akan tetap menanam pohon apelnya hari ini, bahan jika Yesus datang esok hari. Kontras sekali bukan dengan pengikut pondok Nabi yang sampai harus keluar dari pekerjaan, meninggalkan rumah dan keluarga demi menyambut datangnya akhir jaman versi Mangapin Sibuea

Isu Kiamat 2012 atau isu-isu yang sejenis – apapun itu namanya – Jangan sampai membuat kita terkurung dalam ruangan penantian yang menjanjikan keselamatan diri sendiri namun berakhir dengan keadaan yang kontra produktif – pelayanan dan penginjilan terlupakan; tanggung jawab terhadap keluarga dan di dalam pekerjaan terabaikan.

If you liked my post, feel free to subscribe to my rss feeds

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.