headermask image

header image

KARUNIA-KARUNIA ROH DALAM HIDUP DAN PELAYANAN (1)

Pertanyaan-pertanyaan di sekitar karunia-karunia Roh kurang begitu berkembang dalam generasi-generasi sebelum kita. Namun, pesona dari gerakan Pentakosta dan Karismatik modern yang telah menarik perhatian lebih setengah milyar dari mereka-mereka yang mengklaim sebagai pengikut-pengikut Yesus, telah mengakibatkan peningkatan interest (ketertarikan) yang luar biasa tentang hal-hal yang berkaitan dengan karunia-karunia Roh. Dalam presentasi kali ini, saya akan mencoba untuk menyoroti dan menjawab beberapa pertanyaan penting dan mendasar yang berkaitan dengan karunia-karunia Roh. Di samping itu, saya juga akan menyoroti dan menjawab secara ringkas beberapa pertanyaan khusus mengenai hubungan karunia Roh dan buah roh, nubuat, bahasa roh dan sebuah evaluasi singkat tentang beberapa aspek dari gerakan apostolik baru yang secara langsung berkaitan dengan karunia-karunia roh tertentu yang dilukiskan di dalam Alkitab.

9 “D”

Menjawab Pertanyaan-pertanyaan

Mendasar Mengenai Karunia-karunia Roh

Dalam Hidup dan Pelayanan


Untuk mempermudah ingatan kita, maka dalam bagian pertama dari presentasi ini saya menggunakan istilah “9 D” (Huruf D adalah huruf awal dari tiap sub-bab) untuk menjelaskan pemahaman dasar mengenai Karunia-karunia Roh.

1. Definisi

Apakah yang dimaksud dengan Karunia-karunia Roh itu

Wayne Grudem mendefinisikan karunia roh sebagai “kemampuan apa saya yang diberdayakan oleh Roh Kudus dan digunakan dalam pelayanan gerejawi.” Definisi yang cukup luas ini tentu saja mencakup karunia yang berkaitan dengan bakat-bakat alami (semacam mengajar atau memberikan pimpinan) dan karunia-karunia yang lebih punya nuansa “adikodrati” dan kurang berkaitan dengan bakat-bakat alami (semacam karunia bernubuat, menyembuhkan orang sakit, atau membedakan Roh). Alasan dibalik pemahaman ini bisa kita lihat paling tidak dalam daftar karunia-karunia Roh yang ditulis oleh Paulus (Rom 12: 6-8; 1 Kor 7:7; 12: 8-10, 28 dan Ef. 4:11). Dalam daftar-daftar tersebut di atas, Paulus mencantumkan baik karunia-karunia Roh yang lebih terkait dengan bakat alami maupun karunia-karunia Roh yang lebih terkait dengan hal-hal yang lebih bersifat adikodrati.

Kalau begitu, apakah kita boleh mengatakan bahwa bakat-bakat alami itu identik dengan karunia Roh?

Dalam pengertian yang lebih luas, kita harus memberikan jawaban yang affirmatif terhadap pertanyaan tersebut di atas. Entah suka atau tidak suka, semua yang ada pada diri manusia (entah itu orang percaya atau tidak percaya) berasal dari anugerah Allah. Suara merdu, atau kesanggupan memainkan alat musik tertentu, atau menciptakan seni lukis dan seni patung yang indah tidaklah muncul begitu saja. “Benih-benih”nya telah ditanam dan dipupuk oleh Allah untuk mendatangkan kebaikan dan keindahan kepada seluruh tatanan ciptaanNya

Dalam pengertian yang lebih sempit dan mengacu pada definisi karunia Roh yang tersebut di atas, kita harus memberikan jawaban yang bersifat “conditional” (bersyarat). Maksudnya, bakat-bakat alami akan menjadi karunia-karunia Roh sepanjang mereka berfungsi sesuai dengan maksud yang telah ditetapkan oleh Roh Kudus, yakni untuk membangun dan mengembangkan Kerajaan Allah di dunia ini melalui Tubuh Kristus (Gereja Tuhan). Sebaliknya, bakat-bakat alami akan tetap menjadi bakat-bakat alami (bukan merupakan karunia Roh) sepanjang ia tidak difungsikan sesuai maksud dan rencana dari Roh Kudus.

2. Desain:

Apa tujuan pemberian karunia-karunia Roh?

Karunia-karunia Roh diberikan untuk beberapa tujuan berikut:

o Memuliakan Allah (1 Pet. 4:11)

o Memperlengkapi orang percaya bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus

(Efesus 4: 12)

o “Mempersatukan” tubuh Kristus (Efesus 4: 3-7)

If you liked my post, feel free to subscribe to my rss feeds

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.