headermask image

header image

ROH KUDUS MENGINSYAFKAN MANUSIA AKAN DOSA (YOHANES 16: 8-9)


PENDAHULUAN

Sebuah Kota penuh dengan banyak gereja,

Punya banyak pengkhotbah besar, punya musik, dan paduan suara yang luar biasa

Jika semuanya berujung kegagalan untuk memenangkan jiwa-jiwa, lalu bagaimana lagi?

Pelatihan dan pendidikan yang terbaik mereka punya

Rencana-rencana dan strategi mereka sempurna

Orang-orang dengan talenta terbaik mereka dapatkan

Tapi kenapa bisa gagal?

Saudaraku, sebenarnya yang mereka perlukan untuk

Memenangkan dunia adalah Allah Roh Kudus.

Puisi di atas menggarisbawahi betapa perlunya kita akan pribadi Roh Kudus. Tanpa Roh Kudus tak mungkin bagi kita untuk memenangkan jiwa bagi Yesus. Itulah yang menjadi inti dari pesan yang terdapat dalam Yohanes 16: 8-9

Kenapa dunia tak mungkin dimenangkan tanpa Roh Kudus?

ISI:

1. Karena hanya Roh Kuduslah yang memampukan orang melihat dirinya secara akurat dan obyektif.

Ada 3 cara orang memandang dirinya sendiri:

· Menurut “kaca mata” dirinya sendiri

· Menurut “kaca mata” orang lain

· Menurut “kaca mata” Allah Roh Kudus

Pandangan yang pertama dan kedua kerap kali tidak akurat. Pandangan yang ketiga adalah pandangan yang paling akurat dan obyektif. Roh Kudus memampukan orang melihat dirinya sebagaimana adanya: misalnya saja, benar dia orang baik, tapi bukan berarti tidak berdosa; benar mungkin dia orang yang terhormat, namun bukan berarti tak perlu pengampunan dan pendamaian dengan Allah.

2. Karena hanya Roh Kuduslah yang mampu menggerakkan emosi manusia sedemikian rupa hingga mereka merasa tidak puas dengan keberadaan diri mereka yang sekarang.

Sekali orang menyadari keberadaan dirinya secara obyektif dalam terang Roh Kudus, ia mulai menyesali tindakan-tindakan yang pernah ia lakukan sebelumnya. Jika sebelumnya ia tak peduli dengan kehidupan yang dijalaninya, kini setelah dijamah oleh Roh Kudus,

ia merasa tidakpuas, tidaknyaman, menyesal, bahkan seperti Rasul Paulus benci dengan apa yang telah diperbuatnya (Roma 7: 15).

3. Karena hanya Roh Kuduslah yang mampu memimpin kehendak manusia untuk mereformasi dirinya.

Perubahan pandangan terhadap diri sendiri, goncangan emosional, pada akhirnya akan memimpin seseorang pada keinginan untuk merubah (mereformasi) hidup. Tidak lagi hidup bagi diri sendiri, tapi bagi DIA yang telah memberi hidup (Galatia 2: 20)

KESIMPULAN:

Roh Kudus adalah satu-satunya pribadi yang mampu membawa orang insyaf akan dosa-dosanya dan mendorong dia berpaling pada Kristus. Namun demikian, kerapkali DIA melakukannya dengan perantaraan hidup kita. Melalui pikiran, kata, dan tindakan kita DIA membawa orang-orang kepada pertobatan. Pertanyaannya adalah: apakah pikiran, kata, dan tindakan kita telah menjadi alat efektif dari Roh Kudus atau justru sebaliknya, menjadi penghalang dan batu sandungan yang efektif bagi orang untuk datang kepada Kristus?

If you liked my post, feel free to subscribe to my rss feeds

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.