<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments for Theologos</title>
	<atom:link href="http://ganiwiyono.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ganiwiyono.com</link>
	<description>Buah Pemikiran Pdt. Gani Wiyono, ThM</description>
	<pubDate>Thu, 11 Mar 2010 22:33:07 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=abc</generator>
		<item>
		<title>Comment on Televisi dan Kita (Repost) by richardyoka</title>
		<link>http://ganiwiyono.com/2008/08/televisi-dan-kita-repost/#comment-9</link>
		<dc:creator>richardyoka</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Sep 2008 13:36:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ganiwiyono.com/?p=60#comment-9</guid>
		<description>shalom Pak Gani.

uraian ini sangat menarik. saya ingin membagi pengalaman saya.
2 tahun lalu saya banyak membaca artikel2 mengenai televisi dan sejak 2 tahun lalu juga saya memutuskan menghilangkan televisi di dalam rumah kami. pada awalnya hal ini sangat sulit karena ditahun2 awal pernikahan yg masih berumur jagung istri saya termasuk pecinta serial maupun sinetron. tapi dengan mencoba memberinya pengertian istri saya setuju dengan rencana ini.  Saya hanya berpikir betapa banyak kami menyerap 'sampah' televisi, bukan hal yg mudah u/memilah-milah mana yang perlu ditonton dan mana yang tidak.
Saya berusaha mengimbangi kekurangan informasi, yang biasanya kami dapatkan dari berita, meskipun saya yakin kebanyakan stasiun tv hanya menaruh berita sesuai bayaran tertinggi dari pihak politik mana yang hendak mengkondisikan cara berpikir masyarakat sesuai dengan kehendak mereka. sulit meyakini bahwa informasi dari tv2 nasional kita memang yang paling murni (saya meyakini ini sebagai seorang yg lahir dan besar dlm lingkungan pers dan pertelevisian karena ayah saya selama 38 tahun a/ kameramen di sebuah tv nasional, dan hampir setiap hari selama sekolah saya pulang selalu ke stasiun tv.) untuk mengimbangi kekurangan informasi ini saya menaruh fasilitas internet dedicated dirumah. menghilangkan tv dan menggantinya dengan internet tv. keuntungan yg saya dapat dari internet tv a/ banyaknya siaran yang kami miliki dan di sisi lain dapat diproteksi mana perlu ditonton dan mana yang tidak, bahkan jika jadwalnya tdk sesuai dgn waktu dan acara kita, kita bisa merekamnya dan menontonnya di lain waktu saat ada waktu lowong sehingga tdk mengganggu aktivitas kita, juga dlm internet tv kita dapat memilih mana yg baik untuk ditonton, daripada siaran tv biasa hanya terima saja apapun yang disuguhkan. Hal ini sangat baik untuk perkembangan anak2 agar tdk banyak terpengaruh dengan siaran tv lokal yang kurang edukatif. selain itu juga ada siaran radio yang disetel pada waktu2 tertentu baik jam2 berita maupun siaran2 rohani yang pasti jauh lebih bermanfaat.
2 tahun menjalani rumah tanpa televisi, saya sangat merasakan manfaat baiknya, banyak sekali waktu yang betul2 dapat digunakan sebaik mungkin daripada menghabiskannya di depan tv. pikiran, hati kita juga menjadi lebih sehat. Tuhan Yesus Memberkati</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>shalom Pak Gani.</p>
<p>uraian ini sangat menarik. saya ingin membagi pengalaman saya.<br />
2 tahun lalu saya banyak membaca artikel2 mengenai televisi dan sejak 2 tahun lalu juga saya memutuskan menghilangkan televisi di dalam rumah kami. pada awalnya hal ini sangat sulit karena ditahun2 awal pernikahan yg masih berumur jagung istri saya termasuk pecinta serial maupun sinetron. tapi dengan mencoba memberinya pengertian istri saya setuju dengan rencana ini.  Saya hanya berpikir betapa banyak kami menyerap &#8217;sampah&#8217; televisi, bukan hal yg mudah u/memilah-milah mana yang perlu ditonton dan mana yang tidak.<br />
Saya berusaha mengimbangi kekurangan informasi, yang biasanya kami dapatkan dari berita, meskipun saya yakin kebanyakan stasiun tv hanya menaruh berita sesuai bayaran tertinggi dari pihak politik mana yang hendak mengkondisikan cara berpikir masyarakat sesuai dengan kehendak mereka. sulit meyakini bahwa informasi dari tv2 nasional kita memang yang paling murni (saya meyakini ini sebagai seorang yg lahir dan besar dlm lingkungan pers dan pertelevisian karena ayah saya selama 38 tahun a/ kameramen di sebuah tv nasional, dan hampir setiap hari selama sekolah saya pulang selalu ke stasiun tv.) untuk mengimbangi kekurangan informasi ini saya menaruh fasilitas internet dedicated dirumah. menghilangkan tv dan menggantinya dengan internet tv. keuntungan yg saya dapat dari internet tv a/ banyaknya siaran yang kami miliki dan di sisi lain dapat diproteksi mana perlu ditonton dan mana yang tidak, bahkan jika jadwalnya tdk sesuai dgn waktu dan acara kita, kita bisa merekamnya dan menontonnya di lain waktu saat ada waktu lowong sehingga tdk mengganggu aktivitas kita, juga dlm internet tv kita dapat memilih mana yg baik untuk ditonton, daripada siaran tv biasa hanya terima saja apapun yang disuguhkan. Hal ini sangat baik untuk perkembangan anak2 agar tdk banyak terpengaruh dengan siaran tv lokal yang kurang edukatif. selain itu juga ada siaran radio yang disetel pada waktu2 tertentu baik jam2 berita maupun siaran2 rohani yang pasti jauh lebih bermanfaat.<br />
2 tahun menjalani rumah tanpa televisi, saya sangat merasakan manfaat baiknya, banyak sekali waktu yang betul2 dapat digunakan sebaik mungkin daripada menghabiskannya di depan tv. pikiran, hati kita juga menjadi lebih sehat. Tuhan Yesus Memberkati</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Hello world! by ekaputrat</title>
		<link>http://ganiwiyono.com/2008/07/hello-world/#comment-2</link>
		<dc:creator>ekaputrat</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Jul 2008 02:21:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ganiwiyono.com/?p=1#comment-2</guid>
		<description>welcome back pak Gani!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>welcome back pak Gani!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
